KABUPATEN LAMONGAN BERKIBAR DI AJANG INTERNASIONAL

Diposting pada: 2016-06-21, oleh : admin, Kategori: Tanpa Kategori

LAMONGAN (BM) – Dua siswa SMAN 2 Lamongan, sukses mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. Dua di antaranya sukses meraih medali emas di ajang International Young Inventors Project Olympiad (IYIPO) 2016 yang berlangsung di Georgia, Amerika Serikat, 21-23 April.

 

Tak heran, generasi cemerlang Kabupaten Lamongan tersebut disambut hangat Bupati Fadeli di ruang kerjanya, Rabu (27/4). Bersama mereka, juga turut beraudiensi dalam pertemuan yang juga dihadiri Ketua TPPKK Makhdumah Fadeli itu, tiga siswa Lamongan lainnya yang akan mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Palembang, 15-21 Mei mendatang.

 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bambang Kustiono mengatakan, dua pelajar yang sukses meraih medali emas tersebut adalah Alfian Nurfaizi dan Arum Ayu Ratna Wilis. Medali didapat berkat hasil penelitian yang berjudul Analisis Pengaruh Pemberian Antibiotik dari Tubuh Lalat Rumah terhadap Bakteri E. coli dengan Metode Total Plate Count dalam Upaya Pengobatan Penyakit Diare pada Manusia.

 

Sedangkan dua pelajar SMAN 2 lainnya yang akan mengikuti ajang sains internasional di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat pada 8 hingga 13 Mei nanti adalah Chabib Fachry Albab dan Millah Khoirul Mu’azzah. Menurut Bambang, keduanya berhasil mewakili Indonesia melalui penelitiannya yang berjudul Mengungkap Keberadaan Trulek Jawa di Provinsi Jawa Timur.

 

Bupati Fadeli mengaku bangga dengan keberhasilan siswa Lamongan yang meraih medali emas di lomba sains internasional, maupun yang akan mengikuti lomba sejenis di Arizona dan OSN di Palembang. “Fakta ini menunjukkan bahwa siswa Lamongan itu memang benar-benar pintar dan benar-benar memiliki kemampuan luar biasa. Selamat untuk anak-anakku, dan selamat pula untuk para guru pembinanya,” kata Fadeli.

 

Usai ramah tamah dengan bupati, Millah cewek manis kelahiran 13 Desembber 1997 tersebut, sempat menuturkan alasan meneliti Trulek Jawa. Burung endemik Pulau Jawa ini pernah dinyatakan punah pada 1994 oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Enam tahun berselang setelah ada laporan temuan di beberapa daerah, statusnya direvisi menjadi kritis.

 

“Ketidaktahuan masyarakat akan keberadaan Trulek Jawa yang memiliki nama latin Vanellus macropterus ini menjadi salah satu penyebab kelangkaan burung ini. Padahal burung ini memiliki peranan penting sebagai indikator alami kualitas lingkungan,” terangnya.

 

Salah satu penyebab kelangkaan hasil penelitian, adalah adanya alihfungsi lahan basah menjadi kawasan pertanian atau pemukiman.

 

“Perubahan itu berdampak besar pada Trulek Jawa sebagai burung air,” timpal Chabib yang usianya hanya terpaut enam bulan lebih muda dibanding Millah.

 

Sumber : http://disdik.lamongankab.go.id/

LAMONGAN (BM) – Dua siswa SMAN 2 Lamongan, sukses mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. Dua di antaranya sukses meraih medali emas di ajang International Young Inventors Project Olympiad (IYIPO) 2016 yang berlangsung di Georgia, Amerika Serikat, 21-23 April.
Tak heran, generasi cemerlang Kabupaten Lamongan tersebut disambut hangat Bupati Fadeli di ruang kerjanya, Rabu (27/4). Bersama mereka, juga turut beraudiensi dalam pertemuan yang juga dihadiri Ketua TPPKK Makhdumah Fadeli itu, tiga siswa Lamongan lainnya yang akan mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Palembang, 15-21 Mei mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bambang Kustiono mengatakan, dua pelajar yang sukses meraih medali emas tersebut adalah Alfian Nurfaizi dan Arum Ayu Ratna Wilis. Medali didapat berkat hasil penelitian yang berjudul Analisis Pengaruh Pemberian Antibiotik dari Tubuh Lalat Rumah terhadap Bakteri E. coli dengan Metode Total Plate Count dalam Upaya Pengobatan Penyakit Diare pada Manusia.
Sedangkan dua pelajar SMAN 2 lainnya yang akan mengikuti ajang sains internasional di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat pada 8 hingga 13 Mei nanti adalah Chabib Fachry Albab dan Millah Khoirul Mu’azzah. Menurut Bambang, keduanya berhasil mewakili Indonesia melalui penelitiannya yang berjudul Mengungkap Keberadaan Trulek Jawa di Provinsi Jawa Timur.
Bupati Fadeli mengaku bangga dengan keberhasilan siswa Lamongan yang meraih medali emas di lomba sains internasional, maupun yang akan mengikuti lomba sejenis di Arizona dan OSN di Palembang. “Fakta ini menunjukkan bahwa siswa Lamongan itu memang benar-benar pintar dan benar-benar memiliki kemampuan luar biasa. Selamat untuk anak-anakku, dan selamat pula untuk para guru pembinanya,” kata Fadeli.
Usai ramah tamah dengan bupati, Millah cewek manis kelahiran 13 Desembber 1997 tersebut, sempat menuturkan alasan meneliti Trulek Jawa. Burung endemik Pulau Jawa ini pernah dinyatakan punah pada 1994 oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Enam tahun berselang setelah ada laporan temuan di beberapa daerah, statusnya direvisi menjadi kritis.
“Ketidaktahuan masyarakat akan keberadaan Trulek Jawa yang memiliki nama latin Vanellus macropterus ini menjadi salah satu penyebab kelangkaan burung ini. Padahal burung ini memiliki peranan penting sebagai indikator alami kualitas lingkungan,” terangnya.
Salah satu penyebab kelangkaan hasil penelitian, adalah adanya alihfungsi lahan basah menjadi kawasan pertanian atau pemukiman.
“Perubahan itu berdampak besar pada Trulek Jawa sebagai burung air,” timpal Chabib yang usianya hanya terpaut enam bulan lebih muda dibanding Millah.
Sumber : http://disdik.lamongankab.g

 


Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini